Part 3 SIEM REAP 2017 TEMAN BARU & TARI APSARA GRATIS

Part 3 SIEM REAP 2017 TEMAN BARU & TARI APSARA GRATIS

TEMAN BARU & TARI APSARA DI SIEM REAP, CAMBODIA

Saat saya masih di KLIA2, saya melihat ada cewek solo traveler asal Malaysia yang duduk di ruang tunggu tujuan Siem Reap. Langsung saja saya samperin dan singkat cerita, sesampainya di Siem Reap, kami janjian malamnya untuk explore Pub Street dan Night Market bersama.

Tips : Yang mau hemat waktu dan waktu uang, bisa nonton tari Apsara Traditional gratis di beberapa Restaurant & Bar di Pub Street, yaitu di Temple Balcony dan di The Corner Bar.  Tari Apsara ini selalu ada setiap malam dari jam 19.30pm sampai jam 21pm. Kalau mau hemat, bisa pesan minum aja, tanpa makan…hehe

Beef Lok Lak, makanan khas Kamboja

Sambil menonton tari Apsara, saya memesan Lok Lak, makanan khas Cambodia yang terdiri atas nasi uduk gurih dan potongan daging sapi kecap manis dan sedikit asam. Teman Malaysia saya memesan menu vegetarian Vegetable Cutlet, yang mirip perkedel dan kriuk-kriuk diluar. Lumayan enak, karena saya ikut ngicipin, hehe..

Nah, sebelum menonton Tari Traditional Apsara di Siem Reap, baiknya kita tahu dulu apa atau siapa itu Apsara..?

Bidadari (Sanskerta: विध्यधरी ; vidhyadharī) atau Apsara (Sanskerta: अप्सरा; apsarāḥ) adalah makhluk berwujud manusia berjenis kelamin perempuan yang tinggal di kahyangan atau surga dalam kepercayaan Hindu dan Islam. Tugas dan fungsi mereka, menurut agama Hindu, adalah menjadi penyampai pesan para dewa kepada manusia, sebagaimana para malaikat dalam kepercayaan Semit. Adakalanya mereka diutus untuk menguji sejauh mana ketekunan seseorang (pria) dalam bertapa, dengan cara mencoba membangunkan para petapa dari tapa mereka. Para bidadari memanfaatkan kecantikan fisik mereka untuk menguji para petapa. Dalam ajaran Islam, terdapat konsep yang mirip yaitu huur, yaitu wanita surgawi akan menjadi istri-istri bagi orang-orang beriman yang masuk jannah (wikipedia.org)

Tari Dewi Apsara (របាំទេពអប្សរា: Robam Tep Apsara) adalah sebuah tarian klasik Khmer yang diciptakan oleh Sendratari Kerajaan Kamboja pada pertengahan abad ke-20 di bawah perlindungan Ratu Sisowath Kossamak. Apsara diperankan dan ditarikan oleh perempuan yang mengenakan pakaian yang pas melilit tubuh mereka, serta mengenakan pehiasan dan mahkota yang mewah dan indah, sementara gerakan tariannya telah disesuaikan dengan pakem tari klasik Kamboja yang menggambarkan mitologi klasik dan kisah religius Hindu mengenai mitos bidadari apsara penghuni swargaloka nan cantik jelita. (wikipedia.org)

Tarian Apsara di Temple Balcony, disajikan dalam beberapa scenes… seperti pada foto-foto di bawah ini.

Bersambung ke Part 4 Siem Reap 2017



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *