Part 1 SIEM REAP 2017 SELAMAT DATANG DI SIEM REAP

Part 1 SIEM REAP 2017 SELAMAT DATANG DI SIEM REAP
Angkor Wat

SELAMAT DATANG DI SIEM REAP

Kota ini bernama Siem Reap, kota dimana kompleks Temples Angkor Wat dkk berada, dengan sejuta pesonanya. Julukan Siem Reap adalah the Second America karena disini, USD laris manis seperti kacang goreng. Sementara mata uang aslinya adalah Cambodian Riel. Untuk setiap 1 USD setara dengan 4000 riel. Kota ini berhasil menarik jutawan wisatawan dari berbagai penjuru dunia, termasuk saya sendiri.

Bulan Februari 2017 ini adalah kali kedua saya datang ke Siem Reap dan kali ini, saya spend about 8 days untuk visit dan sebagian untuk relax…

Tips : 2 sampai 4 malam saja di Siem Reap sudah cukup untuk mengunjungi main Temples + hunting souvenirs di Night Marketnya. 

Starting point saya dari Ngurah Rai International Airport, Bali (DPS) menuju Kuala Lumpur (KL). Saya sengaja pilih penerbangan malam supaya malamnya bisa bermalam di KLIA2 (KUL) dan keesokan paginya, lanjut flight to Siem Reap International Airport (REP). Dengan cara ini, saya menghemat ongkos 1 malam di hotel di Kuala Lumpur.

Tips : Carilah penginapan di Siem Reap yang menawarkan jasa penjemputan gratis (free pick up service) dari bandara, bus station, atau dari hotel asal/sebelumnya.

Untuk menuju Siem Reap kali ini, saya pilih naik pesawat AirAsia (AA) dari KLIA2 dengan durasi penerbangan sekitar 2 jam. Beruntung banget, karena saya dapat seat di areal pintu darurat (emergency exit), sehingga leg room terasa lega dan lapang. Di pesawat, saya pesan menu sarapan yang agak berat dan berlemak hehe tapi nggak papa deh sekali kali, yaitu Nasi Biryani Ayam khas India + Teh tarik panas khas Malaysia, total 20 ringgit Malaysia.

Tips : Untuk yang menuju Siem Reap by bus, saya sarankan pakai Giant Ibis bus saja. Kantornya jelas, staff profesional, pelayanan TOP, bersih dari mafia, kursi nyaman dan tiap baris disediakan tempat untuk ngecharge alat elektronikmu.

Jangan pakai jasa bus lainnya, karena di perbatasan antar negara, guide dari bus tersebut adalah mafia yang (mungkin) bekerjasama dengan pihak Imigrasi perbatasan (contohnya di Poipet, perbatasan Thailand-Cambodia) yang meminta uang pelicin masing-masing sekitar 50ribu per orang bila di kurskan ke rupiah untuk mendapatkan stamp Imigrasi dengan mudah. Guide tersebut akan mengumpulkan paspor kita dan berdalih supaya kita nggak perlu antri di imigrasi dan supaya kita tidak diperlama pihak Imigrasi, karena kalau kita lama…maka akan ditinggal bus. Hmmm…dan ternyata yang dia bilang tidak benar, karena endingnya tetap saja kami menunggu lama sampai semua penumpang bus lengkap ada di dalam bus untuk melanjutkan perjalanan.

Untuk teman-teman dari Indonesia, tidak usah kasih uang pelicin dan langsung saja jalan sendiri ke Imigrasi karena pemegang paspor Indonesia tidak perlu bayar visa untuk mengunjungi Kamboja.

Sesampainya di Siem Reap, saya dijemput oleh driver tuk-tuk bernama Maou dari Angkor Spirit Palace. Jemputan ini free, termasuk di dalam harga kamar tempat saya menginap selama 1 malam + breakfast. Oh ya, Angkor Spirit Palace ini amat sangat mengecewakan…karena foto-foto keadaan kamar, taman dan kolam renang hotel yang ada di internet, amat sangat jauh berbeda dengan realita yang ada… Next post akan saya informasikan lebih lanjut mengenai pengalaman saya ini.

Bersambung ke Part 2 Siem Reap 2017



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *